Keluar Dari Pakem, Alumni Farmasi Buka Jasa Keuangan

  • Post author:
  • Post category:Uncategorized
  • Post comments:0 Comments

MENJADI lulusan Fakultas Farmasi, pastinya akan selalu berfikir untuk melanjutkan kejenjang pendidikan profesi apoteker. Namun tidak demikain dengan Ahmad Effendi. Pria kelahiran Bulungan tersebut memilih membuka bisnis di bidang keuangan. Hal ini tentu tidak lazim bagi lulusan berbasis kesehatan.

Ahmad Effendi memulai bisnis jasa keuangan ini sejak 10 Oktober 2018. Ia membangun bisnisini, lantaran ingin mengurangi praktik riba yang ada di masyarakat. Banyak masyarakat di sekitar tempat tinggalnya yang merasa keberatan dengan adanya pinjaman berbunga. Sehingga tercetus lah ide untuk membuka jasa keuangan Syariah.

Saat ini, Fendi, sebutan akrab pria yang tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Farmasi Angkatan 2009. Telah memiliki 7 orang karyawan. Ketujuh karyawannya tersebut membantu mengelola 151 nasabah peminjam dana Syariah dan akan memproses 78 nasabah baru lagi. Bagi Fendi, peminjaman Syariah sangat membantu masyarakat mengingat tidak adanya bunga dan pernjanjian yang ringan untuk peminjam.

“Bagi peminjam dana Syariah, kami tidak kenakan penalty atau denda. Mereka cukup mencicil seuai akad di awal dan tidak ada penambahan bunga. Sehingga pinjaman tersebut terasa ringan,” ujar pria beranak dua tersebut.

Fendi  sendiri menjabat sebagai owner  sekaligus direktur di PT Finance Syariah. Jangkauan peminjaman  dana Syariah inimasih terbatas di area Tanjung Redeb, Sambaliung, TelukBayur dan GunungTabur. Peminjam dana Syariah sendiri masih terbatas pada kendaraan seperti motor, barang elektronik dan furniture.

Dalam pengelolaan usaha ini, masalah yang banyak dihadapi adalah nasabah yang tidak amanah. Ia memaparkan bahwa proses peminjaman dana Syariah sangat tergantung dengan akad dan kepercayaan kepada nasabah yang beritikad untuk melakukan pembayaran bertahap.

Selain mengelola jasa keuangan, pada bulan Februari 2020.Fendi mencoba untuk melebarkan sayap bisnisnya kebidang  fashion. Yakni jasa pangkas rambut modern. Ia melalui perusahaan yang dikelola, telah mengakui sisi usaha pangkas rambut yang hampirtutup. Dengan demikian ia juga membantu untuk mempertahankan eksistensi pengusaha kecil di Tanjung Redeb.

“Alhamdulillah kami tahun ini menambah satu unit usaha. Tujuannya untuk membantu usaha (pangkas rambut) tetap eksis. Tentu tidak hanya berjalan, namun juga dapat berkembang,” tuturnya.

Hingga saat ini, Fendi telahmengucurkan dana pinjaman Syariah senilai 1,3 milyar lebih. Dana tersebut terkumpul melalui para investor yang menanamkan modal di perusahaannya. Tentusaja Fendi berharap agar usahanya ini dapat terus berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat. (Hum/FF/MP)

Leave a Reply